How big is your heart ?
Pernah dapet uang kertas yang lusuh, kumel dan kucek ? nah.., kebetulan hari ini saya menerima selembar dari hasil kembalian belanja kue saya, uang kertas itu kumel.., agak basah-basah gitu, di bagian sudut kanan atas udah ada bekas tempelan selotip (solasiban..??), hampir seluruh pinggiran uang itu udah mulai sobek-sobek dikit, dan di bagian tengahnya ada tulisan "kiki love mega", saya juga tidak mau memusingkan apa yang dilakukan "mega" sehingga "kiki" begitu mencintai dia.
Anyway, lembaran uang kertas itu sudah seperti koran bekas yang siap dibuang, dan saya juga tidak tau dimana letak kesalahan saya sehingga pegawai wanita tua di toko kue itu begitu tega memberikan kembalian seperti ini, " maaf.., apakah uang kertas ini masih berlaku?" tanya saya, "yah.. tentu saja.." jawabnya sambil merapikan uang kertas yang ada didalam mesin pencetak nota.
"tapi.. bolehkan saya menukar uang kertas ini dengan yang lain ?", tanya saya sedikit memelas.
"loh.. uang yang saya berikan masih berlaku kan?" katanya dengan mata berkerut.
"iya.., tapi kalau nanti saya belanja kan mana ada orang yang mau terima" sambung saya dengan sedikit jengkel.
"tapi pak.., uang itu kita terima dari costumer kita, dan kita menerima selama uang itu masih berlaku" jawabnya sambil senyum, yang membuat saya tambah jengkel.
sebelum mencari kata-kata untuk membalasnya, dia kembali bilang " beberapa saat yang lalu ada orang yang belanja memakai uang itu, dan dia mengaku tidak punya uang lagi, saya merasa kasihan melihat dia, karena sepertinya orang itu begitu lapar..., lalu yaah.. saya terima saja.." begitulah penjelasannya.
"Yaah.. oke, tapi kenapa harus saya yang menerima uang kembalian seperti ini ?" kata saya lagi,
" mm..., anda lah orang yang beruntung hari ini..." jawabnya, sekali lagi sambil tersenyum.
Saya kehabisan kata-kata, akhirnya saya bilang " Hey.. nice answer (dasar kampret.!!) okaylaah.., thanks" sambil tersenyum dan berlalu meninggalkan dia.
Saya heran, kenapa jawabannya bisa menyerempet di hati saya, lalu saya malah berpikir, sebetulnya saya sedang beruntung atau sedang sial, tapi untung saja saya adalah type orang yang tidak suka mempermasalahkan soal uang (kecil) :D, apalagi hanya selembar uang kertas yg bernominal S$ 5 (Rp.30.000), yaah.. sekali-kali oke lahh.
Lalu, setelah menerima uang kembalian yang cukup kontroversial itu, saya malah menjadi merasa sedikit membantu orang kelaparan yang di ceritakan pegawai kue tadi, -ya sudahlah.. mungkin dengan menerima uang ini akan menolong pegawai tadi ketika menghitung uang, atau mungkin dia menjadi lega karena koleksi uang kumelnya jadi berkurang (damn). Yang menjadi masalah bagaimana saya belanja dengan uang seperti ini..?
jadi terbayang begini ;
"maaf pak.., uang anda sudah rusak jadi tidak berlaku lagi.." atau " waahh..., ini uang apaan..?"
lalu apakah saya harus menjawab " iyah.., tadi pas beli kue dapet kembalian seperti ini, kata pegawai kuenya uang ini adalah uang dari seseorg yang kelaparan, dia bilang saya beruntung mendapatkan kembalian seperti ini, jadi.. saya mau membagi keberuntungan saya kepada anda.." sambil menunjukan tampang innocent.
Saya ingat sewaktu dulu, asal mau membelanjakan barang pasti pakai uang yg jelek-jelek terlebih dahulu, kecuali jika terpaksa harus memakai lembaran yg masih bagus, tapi jika memberikan uang untuk orang-orang yang saya sayangi, saya malah memberikan yang paling bagus untuk mereka. Saya juga tidak mengerti kenapa harus seperti itu, tapi yah.. itu lah saya.
Setelah mendapat pengalaman seperti hari ini, saya merasa menjadi orang yang berbesar hati mau menerima sebuah kebodohan kecil dari orang lain, saya hanya mengambil sisi positif dari kejadian tersebut, lah.. apa jeleknya sih menerima hal-hal kecil seperti tadi, setidaknya membuat saya menjadi berpikir lebih matang. Aah... cin cai laah, mungkin dengan menerima kebodohan kecil itu akan memberikan sedikit keringanan buat orang lain.
Seperti memberikan tempat duduk kepada orang lain yang membutuhkan ketika di bus, atau membukakan pintu untuk orang lain.
Dan tentunya saya juga akan senang jika suatu saat nanti akan ada orang yang memperlakukan hal yang serupa dengan yg saya lakukan terhadap orang lain :)
So... How big Is your heart..?
bie
Anyway, lembaran uang kertas itu sudah seperti koran bekas yang siap dibuang, dan saya juga tidak tau dimana letak kesalahan saya sehingga pegawai wanita tua di toko kue itu begitu tega memberikan kembalian seperti ini, " maaf.., apakah uang kertas ini masih berlaku?" tanya saya, "yah.. tentu saja.." jawabnya sambil merapikan uang kertas yang ada didalam mesin pencetak nota.
"tapi.. bolehkan saya menukar uang kertas ini dengan yang lain ?", tanya saya sedikit memelas.
"loh.. uang yang saya berikan masih berlaku kan?" katanya dengan mata berkerut.
"iya.., tapi kalau nanti saya belanja kan mana ada orang yang mau terima" sambung saya dengan sedikit jengkel.
"tapi pak.., uang itu kita terima dari costumer kita, dan kita menerima selama uang itu masih berlaku" jawabnya sambil senyum, yang membuat saya tambah jengkel.
sebelum mencari kata-kata untuk membalasnya, dia kembali bilang " beberapa saat yang lalu ada orang yang belanja memakai uang itu, dan dia mengaku tidak punya uang lagi, saya merasa kasihan melihat dia, karena sepertinya orang itu begitu lapar..., lalu yaah.. saya terima saja.." begitulah penjelasannya.
"Yaah.. oke, tapi kenapa harus saya yang menerima uang kembalian seperti ini ?" kata saya lagi,
" mm..., anda lah orang yang beruntung hari ini..." jawabnya, sekali lagi sambil tersenyum.
Saya kehabisan kata-kata, akhirnya saya bilang " Hey.. nice answer (dasar kampret.!!) okaylaah.., thanks" sambil tersenyum dan berlalu meninggalkan dia.
Saya heran, kenapa jawabannya bisa menyerempet di hati saya, lalu saya malah berpikir, sebetulnya saya sedang beruntung atau sedang sial, tapi untung saja saya adalah type orang yang tidak suka mempermasalahkan soal uang (kecil) :D, apalagi hanya selembar uang kertas yg bernominal S$ 5 (Rp.30.000), yaah.. sekali-kali oke lahh.
Lalu, setelah menerima uang kembalian yang cukup kontroversial itu, saya malah menjadi merasa sedikit membantu orang kelaparan yang di ceritakan pegawai kue tadi, -ya sudahlah.. mungkin dengan menerima uang ini akan menolong pegawai tadi ketika menghitung uang, atau mungkin dia menjadi lega karena koleksi uang kumelnya jadi berkurang (damn). Yang menjadi masalah bagaimana saya belanja dengan uang seperti ini..?
jadi terbayang begini ;
"maaf pak.., uang anda sudah rusak jadi tidak berlaku lagi.." atau " waahh..., ini uang apaan..?"
lalu apakah saya harus menjawab " iyah.., tadi pas beli kue dapet kembalian seperti ini, kata pegawai kuenya uang ini adalah uang dari seseorg yang kelaparan, dia bilang saya beruntung mendapatkan kembalian seperti ini, jadi.. saya mau membagi keberuntungan saya kepada anda.." sambil menunjukan tampang innocent.
Saya ingat sewaktu dulu, asal mau membelanjakan barang pasti pakai uang yg jelek-jelek terlebih dahulu, kecuali jika terpaksa harus memakai lembaran yg masih bagus, tapi jika memberikan uang untuk orang-orang yang saya sayangi, saya malah memberikan yang paling bagus untuk mereka. Saya juga tidak mengerti kenapa harus seperti itu, tapi yah.. itu lah saya.
Setelah mendapat pengalaman seperti hari ini, saya merasa menjadi orang yang berbesar hati mau menerima sebuah kebodohan kecil dari orang lain, saya hanya mengambil sisi positif dari kejadian tersebut, lah.. apa jeleknya sih menerima hal-hal kecil seperti tadi, setidaknya membuat saya menjadi berpikir lebih matang. Aah... cin cai laah, mungkin dengan menerima kebodohan kecil itu akan memberikan sedikit keringanan buat orang lain.
Seperti memberikan tempat duduk kepada orang lain yang membutuhkan ketika di bus, atau membukakan pintu untuk orang lain.
Dan tentunya saya juga akan senang jika suatu saat nanti akan ada orang yang memperlakukan hal yang serupa dengan yg saya lakukan terhadap orang lain :)
So... How big Is your heart..?
bie
Comments