Recent Post

Saturday, November 1, 2008

Something to Remember

"I rather choose to die soon as a hero than to live longer and see myself as a villain" Harvey Dent, The Dark Knight

Setelah akhirnya saya membersihkan rumah dan merapikan segala perabotan dalam satu kamar, saya pun mulai tinggal di rumah sendiri bulan lalu, tetapi baru beberapa hari lalu menyempatkan diri untuk melihat foto-foto jaman bahela (dulu) yang sudah mulai kelihatan usang, walaupun foto-foto tersebut sudah tersimpan lama dan pernah saya lihat, saya tidak pernah merasa bosan untuk kembali melihat satu persatu yang berjumlah ratusan lembar. Dan saya pun seperti kembali ke masa lalu, mengenang masa kecil, ada yang bilang sebelum ajal menjemput kita, kita tiba-tiba flash back ke masa lalu (hehehe), darimana mereka tahu yah..?

Sambil mendengar lagu-lagu Andy Lau tahun 1990an, lengkap sudah perasaan nostalgia itu, tetapi apa yang saya dapatkan malah perasaan melankolis, saya kembali melihat foto nenek dan kakek saya yang sudah meninggal, ada juga foto masa kecil saya yang sedang terlihat ceria bermain bersama sepupu saya, dan disitu ada seorang sepupu saya yang baru saja meninggal bulan lalu, dan ada banyak foto papa dan mama ketika masih bersama, ketika mama masih cantik sambil menggendong caya yang macih imut.... (hehe).

Beberapa foto-foto tersebut sudah berumur lebih tua dari saya, warnanya sudah mulai pudar, dan ada yang hitam putih. Saya sempat bersyukur hidup dijaman sekarang yang penuh dengan alat-alat digital yang sudah canggih, segala sesuatu telah diciptakan untuk mempermudah manusia, ada handphone berkamera sehingga setiap saat bisa berfoto dan bernarsis ria, lalu simpan ke dalam folder di komputer atau handphone, tetapi bagaimana kalau handphone-nya hilang atau komputer-nya rusak ? Akan ada banyak kenangan masa lalu yang mungkin akan terlupakan.

Saya membayangkan di masa yang akan datang mungkin anak saya akan berbuat hal yang sama, barangkali dia harus menyalakan komputer dia atau mencari flashdisk berisi foto-foto kenangan untuk bernostalgia. Mengingat pentingnya sebuah kenangan, Itu sebabnya saya mulai berpikir untuk mengabadikan semua foto dari awal, yaitu back up semua foto-foto kedalam cd (compact disc) atau eksternal hard disk agar lebih aman.

Apa yang akan kita lalui tidak akan pernah terulang lagi, jalan hidup ini bukan hanya sekedar mencari arti dan tujuan, tetapi juga belajar menjalani dan menghargai setiap waktu yang tak ternilai.
Kita tidak akan pernah tahu kapan ajal menjemput, respect your life with respect each other.

This blog Dedicate for my beloved brother and cousin, Jacob, Died on 4th September 2008. Rest in Peace.

Monday, September 22, 2008

The End of Earth ?

Sore itu saya keluar berjalan-jalan di sebuah komplek perumahan, pada saat itu saya tertegun melihat warna langit yang merah ke oranye, warna langit pada sore hari itu sangat berbeda dari biasanya, lebih kelam, ketika saya melihat ke atas langit perasaan takut yang luar biasa tiba-tiba melandaku, apa yang saya saksikan pada sore itu sangat mengerikan.

Saya melihat sebuah planet yang berwarna merah, sangat besar sekali, hampir menutupi separuh langit sore itu, di belakang planet itu juga terlihat bulan sabit yang juga luar biasa besar, saya mendengar orang-orang berteriak histeris, ada yang meneriakan "allaaahhh huakbarrr.. allah huakbarrr !!" , dan ada yang berdoa sambil mengucapkan "halleluyaaa puji Tuhanku Yesus Kristusss...". Terdengar sangat kacau, orang-orang disekitar saya berlutut sambil menangis.

Sambil menatap langit, saya ikutan berlutut dan shock dengan apa yang sedang saya saksikan sore itu, dalam benak ku berpikir bahwa "ini saatnya... usai sudah bumi ini, dan pada siapa saya akan berdoa ? saya tidak memiliki agama..", saya juga merasakan perputaran bumi yang semakin kencang seakan-akan daya gravitasi bumi tidak berfungsi lagi, panik, saya pun mencari pegangan disekitarnya, tetapi akhirnya saya malah berusaha mencengkram aspal di jalan, planet itu semakin membesar dan membesar, saya tahu dalam sekejap lagi bumi akan segera bertabrakan dengan planet tersebut.

Semakin erat pegangan ku pada aspal dengar gesture memeluk jalanan, karena dunia seperti jungkir balik, saya bisa melihat tanah tandus di planet itu, karena langit bukanlah langit lagi, karena sudah tertutup sepenuhnya oleh planet itu, semakin mendekat dan saya bisa merasakan hawa panas dari planet merah itu, sampai pada akhirnya bumi yang dipijak menjadi posisi vertikal dan saya terlepas pegangan jatuh entah kemana.