Recent Post

Saturday, September 19, 2009

Truth or a Joke

Man goes to doctor. Says he’s depressed. Says life seems harsh and cruel. Says he feels all alone in a threatening world where what lies ahead is vague and uncertain. Doctor says “Treatment is simple. Great clown Pagliacci is in town tonight
. Go and see him. That should pick you up.” Man bursts into tears and says “But Doctor… I am Pagliacci.”


Setelah akhirnya dengan gagah berani saya mengambil keputusan hebat untuk keluar dari pekerjaan saya di Singapore dan meyakini diri sendiri bahwa orang seperti saya mampu mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik, sehingga langkah over confident saya untuk mencoba pada hal baru menjadi kenyataan, ya... akhirnya saya berhasil terjerumus oleh sebuah kata, yaitu kesombongan.

Pada kenyataan yang saya harapkan malah berubah haluan menjadi mimpi buruk di siang bolong, anehnya keadaan ini tetap saya cap dengan keadaan baik baik saja, jelas dong... malu atuh kalau mengakui bahwa saat ini saya sedang kesulitan di hadapan mereka, padahal mereka tahu-nya bahwa orang seperti saya sanggup mengalahkan segala masalah, bahkan tidak malu-malu memberikan nasehat kepada mereka. (emangnya siapa gua ?)

Apalagi ditambah melihat foto mereka di facebook yang bisa di asumsikan bahwa mereka telah berhasil, mereka tersenyum, mereka terlihat bahagia, dan mereka baik-baik saja. "halo bro..., apa kabar ? long time no see, kerja apa sekarang ?" apabila pertanyaan itu dilontarkan setahun lalu, mungkin dengan mudah akan saya jawab. Baiklah, pada akhirnya saya harus mengakui bahwa tidak mudah berbohong pada suatu keadaan tertentu.

Ketika bencana itu datang, saya justru terlena dengan rasa frustasi dan lebih memilih untuk diam, dengan harapan bahwa badai itu pasti berlalu, tetapi badai itu tetap memilih saya sebagai pujaannya. Hasilnya saya menjiwai perasaan dengan emosi, sensitif dan gampang tersinggung oleh sebuah kalimat, aah... wajar dan normal koq, tidak masalah, jalani saja apa adanya.

Badai itu pun semakin mencintai dan memuja saya, memaksa saya untuk mengakui bahwa ada yang salah, sam ting wong... !! badai itu hampir menghancurkan hidup saya, emosi itu merasuki benak saya, merenggut kesucian saya dari pikiran baik-baik saja, meremukkan jiwa dan menginjak-injak harga diri. Masih belum cukup sampai disitu, badai itu sempat mengotak-atik lingkungan yang paling saya anggap aman.

Sampai akhirnya, saya terbangun..., bukan, mimpi buruk itu masih tetap berlanjut, saya hanya terbangun dari sebuah momen yang mengatakan bahwa saya memang masih baik-baik saja, saya masih utuh sebagai seorang manusia, saya masih sanggup berjuang walaupun tidak menjamin sebuah kebahagiaan... namun masih bisa diusahakan. Dan keyakinan itu semakin diperkuat setelah melihat mereka yang jauh berada dibawah saya, mereka yang sedang menangis kelaparan, mereka yang sedang melawan penyakit dan mereka yang lumpuh.

Saya bukan sedang belajar filsafat hidup, saya hanya menjalani hidup... kurang beruntung apa lagi coba ? saya masih bisa berpikir, saya masih bisa mencintai, dan saya masih bisa bernafas. Bahkan dianugerahi kedua tangan dan kedua kaki, lengkap dengan panca indera serta diberkahi anggota tubuh lain yang tidak perlu saya sebutkan satu-satu ^^

Sekarang saya malah berpikir ulang, apakah mereka benar baik-baik saja ? apakah mereka beneran bahagia ? Apakah senyuman mereka hanya sebuah topeng belaka ?

Do you....?



This blog dedicate for my bestfriend, Darra Ayu.
(Preety Lovely Dove)
Died on 3rd September 2009
Rest in Peace.

Saturday, November 1, 2008

Something to Remember

"I rather choose to die soon as a hero than to live longer and see myself as a villain" Harvey Dent, The Dark Knight

Bulan lalu, saya pun memutuskan untuk tinggal di rumah, walaupun keadaan rumah belum layak huni dan mengharuskan saya untuk membersihkan rumah serta merapikan segala perabotan dalam satu kamar. Baru pada akhirnya menyempatkan diri untuk melihat foto-foto jaman bahela (dulu) yang sudah mulai kelihatan usang beberapa saat lalu, walaupun foto-foto tersebut sudah tersimpan lama dan pernah saya lihat, saya tidak pernah merasa bosan untuk kembali melihat satu persatu yang berjumlah ratusan lembar. Dan saya pun seperti kembali ke masa lalu, mengenang masa kecil, ada yang bilang sebelum ajal menjemput kita, kita tiba-tiba flash back ke masa lalu (hehehe), darimana mereka tahu yah..?

Sambil mendengar lagu-lagu Andy Lau tahun 1990an, lengkap sudah perasaan nostalgia itu, tetapi apa yang saya dapatkan malah perasaan melankolis, saya kembali melihat foto nenek dan kakek saya yang sudah meninggal, ada juga foto masa kecil saya yang sedang terlihat ceria bermain bersama sepupu saya, dan disitu ada seorang sepupu saya yang baru saja meninggal bulan lalu, dan ada banyak foto papa dan mama ketika masih bersama, ketika mama masih cantik sambil menggendong caya yang macih imut.... (hehe).

Beberapa foto-foto tersebut sudah berumur lebih tua dari saya, warnanya sudah mulai pudar, dan ada yang hitam putih. Saya sempat bersyukur hidup dijaman sekarang yang penuh dengan alat-alat digital yang sudah canggih, segala sesuatu telah diciptakan untuk mempermudah manusia, ada handphone berkamera sehingga setiap saat bisa berfoto dan bernarsis ria, lalu simpan ke dalam folder di komputer atau handphone, tetapi bagaimana kalau handphone-nya hilang atau komputer-nya rusak ? Akan ada banyak kenangan masa lalu yang mungkin akan terlupakan.

Saya membayangkan di masa yang akan datang mungkin anak saya akan berbuat hal yang sama, barangkali dia harus menyalakan komputer dia atau mencari flashdisk berisi foto-foto kenangan untuk bernostalgia. Mengingat pentingnya sebuah kenangan, Itu sebabnya saya mulai berpikir untuk mengabadikan semua foto dari awal, yaitu back up semua foto-foto kedalam cd (compact disc) atau eksternal hard disk agar lebih aman.

Apa yang akan kita lalui tidak akan pernah terulang lagi, jalan hidup ini bukan hanya sekedar mencari arti dan tujuan, tetapi juga belajar menjalani dan menghargai setiap waktu yang tak ternilai.
Kita tidak akan pernah tahu kapan ajal menjemput, respect your life with respect each other.

This blog Dedicate for my beloved brother and cousin, Jacob, Died on 4th September 2008. Rest in Peace.